SEKOLAH PENDIDIKAN KARAKTER

BERITA

SETANGKUP CINTA JUST FOR MY POLICE

Polisi dalam struktur ketatanegaraan Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia memang merupakan salah satu institusi atau badan pemerintahan yang memiliki fungsi, tugas pokok, dan wewenang melaksanakan sebagian urusan pemerintahan di bidang (a) pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat; (b) penegak hokum; (c) perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Terlepas dari hal tersebut, sosok seorang polisi yang berseragam, gagah, dan penuh simpati masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Di zaman yang milineal ini masyarakat masih beranggapan polisi itu menakutkan, menyeramkan, dan membosankan. Menurut saya ini merupakan fenomena yang fatal dan asumsi yang kurang menarik. Hal yang demikian terjadi karena polisi kerap kali menindak masyarakat. Padahal mereka ditindak karena kesalahan, kelalaiannya sendiri, dan menganggap remeh terutama dalam hal berkendara yang sejatinya adalah untuk keselamatan mereka sendiri. Padahal yang sebenar-benarnya polisi sangat peduli pada kita.

“Selamat malam? Anda Kami tilang karena tidak memakai helm.” Itu yang akan dikatakan polisi saat kita lalai di jalan raya. Kata “tilang” membuat masyarakat memaki, meronta, membenci bahkan menolak. Padahal itu salah satu bentuk pelanggaran dimana masyarakat belum bisa menerima bahwa dirinya salah. Kita akan disodorkan lembar tilang yang nantinya akan diproses. Dari situ asumsi masyarakat terhadap polisi pasti “negatif”. Dan masih banyak fenomena yang saya jumpai. Saya saat ini duduk dibangku SMP, yang mana sedikit banyak saya mengenal tentang polisi setelah polisi menjadi mitra di sekolah saya. Polisi akan mengubah “image” pemikiran siswa dan lingkungan sekitar sekolah bahkan masyarakat umum bahwa polisi tidak selalu untuk ditakuti tapi polisi juga ingin bermitra dengan masyarakat.

Kedekatan polisi dengan lingkungan sekolah saya sudah lama terjalin. Polisi mengajarkan kami banyak hal. Pertama, kami dilatih kedisiplinan melalui pengembangan diri pada hari jumat dengan PBB (Pelatihan Baris-berbaris). Kedua, di sela-sela upacara bendera maupun apel polisi akan menyempatkan diri untuk memberi kami pengarahan tentang banyak hal. Seperti bahayanya mengebut di jalan raya, siswa SMP belum diperbolehkan bawa sepeda motor, bahkan bahayanya mengonsumsi narkoba, dan sebagainya. Ketiga, sekolah saya mengadakan suatu program yang melibatkan siswa dengan polisi di jalan raya yang dilakukan secara bergantian. Program itu dinamakan PKS (Patroli Keamanan Sekolah). Siswa dari kelas 7 dan 8 bahkan OSIS tentunya kami dipilih untuk belajar bagaimana mengatur lalu lintas nantinya di jalan raya, tepatnya di pintu masuk akses menuju kea rah sekolah saya di SMPN 3 Sampang. Sebelum terjun untuk bersama-sama dengan polisi selama kurang lebih tiga minggu siswa dilatih dengan sabar dan telaten oleh bapak polisi setiap sore hari. Agar kegiatan tidk mengganggu pelajaran dipagi harinya. Saya termasuk didalam harinya. Saya termasuk didalam program PKS ini. Jadwal kami pun berbeda-beda. Tiap hari petugas PKS selalu bergantian. Kami mengatur bersama polisi pagi hari dan siang hari dengan petugas yang sama. 

Polisi juga sangat “care” perhatian pada siswa siswi SMPN 3 Sampang, apa yang terlihat oleh polisi yang sekiranya kurang berkenan, maka polisi tak segan untuk menegur kami. Pernah dalam suatu hal polisi saat mengatur lalu lintas menegur teman kami (teman laki-laki) karena seragamnya kurang rapi. Lalu polisi dengan telaten memasukkan dan memberi arahan bahwa pakaianmu adalah identitas, kualitas dirimu dan sekolahmu. Teman saya pun menerima bahwa itu adalah kesalahan. Hal ini membuktikan bahwa siswa sudah bermitra tidak “takut” pada polisi. Penggunaan pembawaan sepeda motor “liar” di sekolah saya yang biasanya dititipkan pada lingkungan sekitar sekarang jarang dijumpai karena siswa SMPN 3 Sampang sudah mulai sadar bahwa anak yang masih SMP belum boleh membawa sepeda motor karena membawa sepada motor karena masih dikatakan anak di bawah umur.

Setangkup kecintaan kami pada polisi akan terus membawa perubahan-peubahan kea rah hal yang positif. Dan hal ini membuktikan bahwa polisi akan selalu memberikan pelayanan yang terbaik. Pelayanan prima sebaik mungkin terhadap masyarakat dimana pun berada. Salah satu yang saya lihat upaya-upaya kepolisian terhadap masyarakat sangat bermacam-macam. Diantaranya, pelayanan mobil keliling untuk perpanjangan BPKB, pembayaran SIM dan lain-lain. Hal ini belum lama ini kepolisian juga memasang spanduk (saat lebaran) untuk mengingatkan pengendara agar berhati-hati dalam perjalanan dengan tulisan yang menarik gaya milenial saman now. Beberapa saya contohkan karena waktu itu saya mudik ke rumah saudara. Seperti misalnya : “Jangan Ngebut! Kamu gak akan kuat…Biar Rossi saja!” . Awas tikunga tajam, setajam SILET!. Boleh ngebut kalo punya nyawa cadangan!. Jangan kecelakaan di sini… Rumah sakit jauh!. Dan masih banyak lagi tulisan yang bisa mengingatkan diri kita saat perjalanan. Juga pemasangan helm untuk anak kecil sangat penting untuk keselamatannya sampai berbunyi “klik”, pemberian setangkai bunga di jalan pada masyarakat saat “event” acara tertentu.

Polisi akan selalu memberikan pelayanan 24 jam untuk masyarakat. Kedepannya semoga semakin jaya dan memberikan pelayanan terbaik buat masyarakat.

 

SELESAI

 

Penulis : Nining Mardiana

Guru : Bahasa Indonesia

MEDIA SOSIAL SEKOLAH
YOUTUBE