PETA NILAI
KARYA INOVASI PENDIDIKAN
PETA NILAI
Pantau, Evaluasi, Tumbuhkan Prestasi
Inovasi Peta Pemberian Hasil Belajar
pada setiap pertengahan Semester
IDENTITAS KARYA INOVASI
|
Nama Penyembahan |
PETA NILAI (Pantau, Evaluasi, Tumbuhkan Prestasi) |
|
Bentuk inovasi |
Memberikan lembar perkembangan hasil belajar pada setiap pertengahan semester |
|
Satuan pendidikan |
UPTD SMPN 3 Sampang |
|
Sasaran |
Peserta didik kelas VII, VIII, dan IX |
|
Bidang Inovasi |
Peningkatan mutu pembelajaran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan pemantauan perkembangan hasil belajar peserta didik |
|
Waktu pelaksanaan |
Ganjil Semester Tahun Ajaran 2026/2027 |
|
Penggagas/Pelaksana |
Umi Nur Hidayati, S.Sos, M.Pd |
A. Latar Belakang
Penilaian hasil belajar merupakan bagian penting dalam proses pendidikan yang tidak hanya berfungsi untuk mengetahui pencapaian kompetensi peserta didik, tetapi juga sebagai sarana memberikan umpan balik untuk memperbaiki proses dan hasil pembelajaran. Informasi mengenai perkembangan nilai peserta didik akan lebih bermakna apabila disampaikan secara berkala, transparan, dan tepat waktu, sehingga peserta didik dapat mengetahui kemajuan belajarnya serta melakukan perbaikan sebelum penilaian akhir semester dilaksanakan.
Berdasarkan kondisi yang ditemukan dalam proses pembelajaran di UPTD SMPN 3 Sampang, masih terdapat peserta didik yang kurang memperhatikan penyelesaian tugas-tugas harian maupun tugas asesmen sumatif harian pada setiap mata pelajaran. Sebagian peserta didik cenderung menunda atau mengabaikan tugas yang diberikan oleh guru sehingga tugas-tugas tersebut menumpuk dan tidak terselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Kondisi ini berdampak pada belum lengkapnya nilai hasil belajar peserta didik.
Selama ini, upaya pengendalian penyelesaian tugas telah dilakukan melalui pemberian kartu kendali pembelajaran. Namun berdasarkan pengalaman pada akhir semester, masih ditemukan sejumlah peserta didik yang belum dapat mengikuti asesmen sumatif akhir semester karena masih terdapat nilai kosong hasil tugas-tugas yang belum diselesaikan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengendalian melalui kartu kendali yang dilakukan belum sepenuhnya efektif dalam membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesadaran peserta didik untuk menyelesaikan tugas secara tepat waktu. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah inovatif yang bersifat preventif, berkelanjutan, dan mampu memberikan peringatan serta motivasi kepada peserta didik sebelum permasalahan tersebut terjadi pada akhir semester.
Berangkat dari permasalahan tersebut, dikembangkan sebuah inovasi pendidikan berupa PETA NILAI (Pantau, Evaluasi, Tumbuhkan Prestasi) , yaitu memberikan laporan perkembangan nilai individu kepada peserta didik pada semester pertengahan. Laporan ini dirancang agar peserta didik kelas VII, VIII, dan IX di UPTD SMPN 3 Sampang Tahun Ajaran 2026/2027 dapat mengetahui lebih dini perkembangan hasil belajarnya, kelengkapan tugas, serta aspek pembelajaran yang masih perlu diperbaiki. Informasi nilai yang disampaikan bersumber dari hasil asesmen yang tersedia dan telah diperiksa oleh guru mata pelajaran, sehingga dapat digunakan sebagai dasar tindak lanjut pembelajaran.
Pemberian PETA NILAI pada pertengahan semester diharapkan menjadi bentuk umpan balik yang nyata bagi peserta didik. Dengan mengetahui kondisi nilai dan memecahkan sebelum semester berakhir, peserta didik memiliki kesempatan untuk segera menyelesaikan tugas yang belum tuntas, memperbaiki hasil belajar sesuai ketentuan guru, berkonsultasi mengenai kesulitan yang dihadapi, serta menyusun langkah-langkah perbaikan yang lebih terarah. Selain itu, laporan ini dapat menjadi sarana komunikasi antara sekolah dan orang tua/wali agar pendampingan belajar di rumah dapat dilakukan secara lebih optimal.
Dengan demikian, PETA NILAI bukan sekedar lembar laporan angka, melainkan instrumen pemantauan dan evaluasi perkembangan belajar yang mendorong perubahan perilaku peserta didik menuju kebiasaan belajar yang lebih disiplin, bertanggung jawab, mandiri, dan berorientasi pada kemajuan. Melalui inovasi ini, diharapkan penyelesaian tugas dapat meningkat, jumlah nilai yang masih kosong dapat dikurangi sebelum asesmen sumatif akhir semester, dan peserta didik memperoleh kesempatan yang lebih baik untuk mencapai hasil belajar yang optimal.
Pada akhirnya, inovasi PETA NILAI diharapkan dapat menjadi salah satu strategi peningkatan mutu pembelajaran di UPTD SMPN 3 Sampang melalui penguatan budaya disiplin, pemantauan hasil belajar secara berkala, pemberian umpan balik positif, serta kolaborasi antara peserta didik, guru, dan orang tua/wali dalam menumbuhkan prestasi belajar.
B. Permasalahan yang ingin di atasi
Permasalahan yang mendasari pelaksanaan inovasi PETA NILAI meliputi:
- Masih tidak adanya peserta didik yang menunda atau mengabaikan penyelesaian tugas harian.
- Masih ditemukannya tugas yang belum selesai dan nilai yang belum selesai menjelang akhir semester.
- Pemantauan melalui kartu kendali pembelajaran belum sepenuhnya mendorong seluruh peserta didik menyelesaikan tugas tepat waktu.
- Peserta didik belum seluruhnya memiliki kesadaran untuk memantau perkembangan nilai dan melakukan perbaikan secara mandiri.
- Informasi perkembangan belajar perlu disampaikan lebih awal agar guru dan orang tua/wali dapat memberikan pendampingan sebelum masalah semakin menumpuk.
Permasalahan tersebut memerlukan inovasi yang mudah diterapkan, dapat diterapkan pada seluruh jenjang kelas, dan memungkinkan perkembangan belajar diawasi secara berkala.
- Tujuan Inovasi
Inovasi PETA NILAI bertujuan untuk:
- Memberikan informasi perkembangan nilai kepada peserta didik pada semester pertengahan.
- Meningkatkan kedisiplinan peserta didik dalam mengerjakan dan menyelesaikan tugas setiap mata pelajaran.
- Mengurangi jumlah tugas yang belum selesai dan nilai yang belum lengkap sebelum akhir semester.
- Menumbuhkan tanggung jawab, kemandirian, dan kesadaran peserta didik terhadap proses belajarnya.
- Mendorong peserta didik melakukan refleksi dan menyusun target perbaikan berdasarkan informasi yang diterima.
- Memperkuat komunikasi dan kerja sama antara peserta didik, guru, serta orang tua/wali.
- Meningkatkan kualitas pemantauan hasil belajar sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan di UPTD SMPN 3 Sampang.
C. Sasaran Inovasi
Adapun pihak yang mendukung pelaksanaannya adalah:
- Peserta didik kelas VII,VIII,IX UPTD SMPN 3 Sampang , sebagai penerima laporan sekaligus pelaksana tindak lanjut perbaikan belajar.
- Guru mata pelajaran , sebagai pihak yang memeriksa data nilai, memberikan umpan balik, dan menyatukan penyelesaian tugas.
- Guru wali dan wali kelas , sebagai pendamping peserta didik dalam membangun kedisiplinan dan tanggung jawab belajar.
- Orang tua/wali , sebagai mitra sekolah dalam memberikan motivasi dan mendampingi penyelesaian kewajiban belajar di rumah.
- Pihak sekolah , sebagai pendukung koordinasi, pelaksanaan, evaluasi, dan pengembangan inovasi secara berkelanjutan.
D. Bentuk dan Prinsip Inovasi
PETA NILAI diberikan secara individu kepada setiap peserta didik pada pertengahan semester ganjil. Lembar ini memuat:
- Identitas peserta didik.
- Ringkasan nilai atau hasil penilaian sementara yang telah divalidasi.
- Catatan tentang kemajuan dan kekuatan peserta didik.
- Mata pelajaran atau kompetensi yang masih perlu diperkuat.
- Target belajar yang realistis.
- Saran tindak lanjut dari guru.
- Ruang refleksi peserta didik dan dukungan orang tua/wali.
PETA NILAI merupakan laporan perkembangan hasil belajar individu yang diberikan pada pertengahan semester. Laporan memuat informasi nilai yang telah tersedia dan divalidasi, tugas yang belum selesai, catatan perkembangan belajar, serta target perbaikan yang perlu dilakukan peserta didik.
Keunggulan inovasi PETA NILAI adalah sebagai berikut.
- Bersifat preventif
Informasi diberikan sebelum akhir semester sehingga peserta didik mempunyai waktu untuk memperbaiki kondisi belajarnya.
- Mendorong kedisiplinan dan tanggung jawab
Peserta didik memperoleh pengingat yang jelas mengenai tugas dan hasil belajar yang perlu ditindaklanjuti.
- Memberikan umpan balik yang konkret
Laporan tidak hanya menampilkan angka, tetapi juga mengarahkan peserta didik untuk menentukan langkah perbaikan.
- Memperkuat kolaborasi
Informasi perkembangan belajar dapat menjadi dasar komunikasi antara peserta didik, guru, dan orang tua/wali.
- Mudah diterapkan
PETA NILAI dapat menggunakan format cetak maupun digital dengan memanfaatkan data penilaian yang telah dimiliki guru.
- Dapat dievaluasi secara terukur
Dampak inovasi dapat diketahui melalui data perbandingan sebelum dan sesudah pelaksanaan, terutama jumlah tugas yang belum selesai, nilai kelengkapan, dan ketepatan waktu penyelesaian tugas.
- Berorientasi pada perkembangan peserta didik
PETA NILAI mengutamakan perbaikan proses belajar, bukan sekadar membandingkan nilai antarpeserta
PETA NILAI dapat dicetak atau disampaikan melalui saluran komunikasi resmi sekolah. Kerahasiaan informasi setiap peserta didik wajib dijaga. Hasil tidak diumumkan untuk membandingkan peserta didik satu dengan yang lain. Bahasa umpan balik perlu positif, spesifik, berorientasi pada proses, dan mendorong perbaikan.
E. Tahapan Pelaksanaan
PETA NILAI dirancang melalui tahapan berikut.
- Tahap Persiapan
Sekolah melakukan koordinasi dengan guru mata pelajaran, guru wali, dan wali kelas mengenai tujuan, mekanisme, format laporan, serta jadwal pelaksanaan inovasi.
- Tahap Pengumpulan Data
Guru mata pelajaran menghimpun data nilai yang telah tersedia, kelengkapan tugas, dan catatan perkembangan belajar peserta didik sampai dengan pertengahan semester.
- Tahap Pemeriksaan dan Validasi
Data diperiksa agar informasi yang disampaikan akurat dan sesuai dengan catatan penilaian guru. Nilai yang tersedia belum dibedakan dari nilai nol, dan alasannya perlu ditelusuri.
- Tahap Penyusunan PETA NILAI
Data yang telah diperiksa dimasukkan ke dalam laporan individu. Laporan berisi mata pelajaran, nilai yang tersedia, tugas yang belum selesai, catatan guru, serta target perbaikan.
- Tahap Pembagian dan Penjelasan
PETA NILAI disampaikan kepada peserta didik pada semester pertengahan. Guru menjelaskan cara membaca laporan dan pentingnya memahami informasi yang tercantum.
- Tahap Refleksi dan Tindak Lanjut
Peserta didik mengidentifikasi tugas yang belum selesai, menentukan prioritas, menetapkan target penyelesaian, dan berkonsultasi dengan guru jika mengalami kesulitan.
- Tahap Pelibatan Orang Tua/Wali
Informasi perkembangan belajar yang dikomunikasikan kepada orang tua/wali melalui mekanisme yang ditetapkan sekolah agar pendampingan di rumah dapat dilakukan dengan tepat.
- Tahap Pemantauan dan Evaluasi
Sekolah dan guru mengumpulkan penyelesaian tugas sesuai persyaratan yang ditetapkan, membandingkan data sebelum dan sesudah pelaksanaan, serta menyusun tindak lanjut untuk perbaikan berikutnya.
G. Jadwal Pelaksanaan
|
Waktu |
Kegiatan |
|
Awal–pertengahan September 2026 |
Format sosialisasi dan persiapan |
|
September–awal Oktober 2026 |
Pengumpulan dan validasi nilai |
|
semester ganjil |
PETA NILAI |
|
2–4 minggu berikutnya |
Pendampingan dan pemantauan |
|
Akhir semester ganjil |
Evaluasi dan penyempurnaan program |
Catatan: jadwal merupakan rencana dan perlu disesuaikan dengan kalender pendidikan serta jadwal asesmen sekolah.
.Format Peta Nilai
- Guru Mata Pelajaran

- Wali Kelas
3. Peserta Didik
PETA NILAI Peserta Didik
UPTD SMPN 3 Sampang Tahun Ajaran 2026/2027
Nama peserta didik : ............................
Kelas : ............................
Semester : …………………
Tanggal pemberian : ............................
|
No |
Mata Pelajaran |
Nilai Sementara |
Hal Yang Sudah Baik |
Hal Yang Perlu ditingkatkan |
|
1 |
Pendidikan Agama |
|
|
|
|
2 |
Pendidikan Pancasila |
|
|
|
|
3 |
Bahasa Indonesia |
|
|
|
|
4 |
Matematika |
|
|
|
|
5 |
IPA |
|
|
|
|
6 |
IPS |
|
|
|
|
7 |
Bahasa Inggris |
|
|
|
|
8 |
PJOK |
|
|
|
|
9 |
Seni Budaya/Prakarya |
|
|
|
|
10 |
Informatika |
|
|
|
|
11 |
Bahasa Madura |
|
|
|
Catatan positif guru:
................................................................................................................................................
Target perbaikan saya:
................................................................................................................................................
Dukungan yang saya butuhkan dari guru/orang tua:
................................................................................................................................................
Refleksi peserta didik: Saya sudah berkembang dalam ................................ dan akan berusaha memperbaiki ................................
................................................................................................................................................
H. Harapan dan Hasil yang Ingin Dicapai
- Peserta didik mengetahui perkembangan hasil belajarnya lebih awal.
- Peserta didik semakin termotivasi untuk memperbaiki hasil belajar dan strategi belajarnya.
- Orang tua/wali lebih mudah memberikan pendampingan berdasarkan kebutuhan anak.
- Guru dapat melakukan tindak lanjut secara tepat melalui remedial, pengayaan, atau bimbingan individual.
- Terjalin komunikasi yang positif antara sekolah, peserta didik, dan keluarga.
- Terbentuk budaya evaluasi diri yang menghargai usaha, proses, dan kemajuan setiap peserta didik.
- Mutu proses pembelajaran di UPTD SMPN 3 Sampang semakin meningkat.
I. Indikator Keberhasilan
|
Indikator |
Bukti Keberhasilan |
|
Pemberian informasi |
PETA NILAI dibagikan kepada peserta didik sasaran. |
|
Pemahaman peserta didik |
Peserta didik dapat menyebutkan kekuatan dan target perbaikan. |
|
Keterlibatan orang tua |
Terdapat komunikasi atau konfirmasi penerimaan informasi. |
|
Tindak lanjut guru |
Ada catatan remedial, pengayaan, atau penguatan. |
|
Pemantauan |
Terdapat catatan perkembangan setelah 2–4 minggu. |
|
Evaluasi program |
Terdapat refleksi dan rekomendasi perbaikan. |
Keberhasilan PETA NILAI diukur melalui indikator yang dapat diamati dan dihitung.
|
No |
Indikator |
Target Usulan |
|
1 |
Peserta didik sasaran menerima laporan PETA NILAI yang telah divalidasi |
100 % |
|
2 |
Peserta didik memahami tugas yang belum selesai dan target perbaikannya |
Minimal 90 % |
|
3 |
Tugas yang belum selesai saat laporan dibagikan dapat dituntaskan dalam tenggat |
Minimal 80 % |
|
4 |
Penurunan jumlah peserta didik yang masih memiliki tugas belum selesai dibandingkan kondisi awal |
Minimal 50 % |
|
5 |
Orang tua/wali menerima atau mengetahui informasi perkembangan belajar |
Minimal 80 % |
|
6 |
Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi terdokumentasi |
100 % |
Target tersebut merupakan sasaran awal yang diusulkan dan dapat disesuaikan berdasarkan data awal sekolah. Pengukuran dilakukan dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah inovasi, memeriksa rekapitulasi tugas, memantau kelengkapan nilai, serta mendokumentasikan tindak lanjut yang dilakukan peserta didik dan guru.
J. Tantangan dan Strategi Penanganan
|
Tantangan yang mungkin muncul |
Strategi penanganan |
|
Data asesmen belum lengkap |
Gunakan hanya data yang tersedia dan tervalidasi; jelaskan bagian yang belum dapat dilaporkan. |
|
Waktu guru terbatas |
Gunakan format ringkas dan pembagian tugas yang jelas. |
|
Orang tua sulit hadir langsung |
Gunakan kanal komunikasi resmi sekolah dan konfirmasi penerimaan. |
|
Risiko membandingkan peserta didik |
Sampaikan informasi secara individual dan fokus pada kemajuan masing-masing. |
|
Target belum tercapai |
Lakukan dialog singkat, identifikasi hambatan, dan susun target baru yang realistis. |
K. Penutup
PETA NILAI (Pantau, Evaluasi, Tumbuhkan Prestasi) merupakan karya inovasi pendidikan yang dikembangkan sebagai upaya nyata, sederhana, dan terarah untuk meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta prestasi belajar peserta didik di UPTD SMPN 3 Sampang Tahun Ajaran 2026/2027. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya peserta didik yang kurang memperhatikan penyelesaian tugas-tugas harian maupun asesmen sumatif harian pada setiap mata pelajaran, sehingga pada akhir semester masih terdapat tugas yang belum diselesaikan dan nilai yang belum lengkap.
Melalui pemberian laporan perkembangan nilai pada pertengahan semester, peserta didik diharapkan dapat mengetahui kondisi hasil belajarnya lebih awal, menyadari kekurangan yang perlu diperbaiki, serta segera menyelesaikan tugas-tugas yang masih tertunda. Dengan demikian, PETA NILAI tidak hanya berfungsi sebagai media informasi hasil belajar, tetapi juga sebagai sarana pengingat, evaluasi diri, motivasi, dan penguatan budaya disiplin dalam proses pembelajaran.
Keberhasilan inovasi ini memerlukan kerja sama dan komitmen seluruh pihak, terutama peserta didik, guru mata pelajaran, guru wali, wali kelas, serta orang tua/wali. Guru berperan memberikan informasi nilai yang akurat dan umpan balik yang membangun, sedangkan orang tua/wali diharapkan turut mendampingi dan memotivasi anak untuk menyelesaikan kewajiban belajarnya. Pelaksanaan inovasi ini juga perlu dievaluasi secara berkala agar manfaatnya dapat diketahui dan penyempurnaannya dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Melalui penerapan PETA NILAI, diharapkan jumlah tugas yang belum terselesaikan dan nilai yang masih kosong dapat diminimalkan sebelum asesmen sumatif akhir semester, kedisiplinan peserta didik semakin meningkat, serta tercipta proses pembelajaran yang lebih tertib, terbuka, dan berorientasi pada perbaikan. Pada akhirnya, inovasi ini diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan dan terwujudnya peserta didik yang bertanggung jawab, mandiri, serta berprestasi.
Nilai bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan peta untuk menentukan langkah perbaikan berikutnya. Dengan memantau, mengevaluasi, dan menumbuhkan prestasi sejak pertengahan semester, setiap peserta didik memperoleh kesempatan untuk memperbaiki diri dan meraih hasil belajar yang lebih baik.
Sampang, Juni 2026
|
Mengetahui, Nip. 197804272008012003 |
Penggagas/Pelaksana Inovasi Nip.197906082009022005 |
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Naskah Pemaparan Karya Inovasi
Naskah presentasi yang menjelaskan latar belakang, permasalahan, tujuan, sasaran, keunggulan, pelaksanaan, indikator keberhasilan, dan harapan inovasi PETA NILAI.
Lampiran 2. Instrumen Identifikasi Permasalahan Awal
Rekapitulasi kondisi awal berupa jumlah siswa yang memiliki tugas belum selesai, nilai kosong, keterlambatan pengumpulan tugas, dan hasil pemantauan melalui kartu kendali pembelajaran.
Lampiran 3. Desain dan Format PETA NILAI
Contoh lembar laporan perkembangan nilai individual pertengahan semester yang memuat identitas siswa, mata pelajaran, nilai yang tersedia, tugas yang belum tuntas, catatan guru, target perbaikan, dan tindak lanjut.
Lampiran 4. Jadwal dan Tahapan Pelaksanaan
Rencana persiapan, pengumpulan data nilai, validasi guru mata pelajaran, pencetakan dan pembagian PETA NILAI, komunikasi dengan orang tua/wali, serta pemantauan tindak lanjut.
Lampiran 5. Instrumen Pemantauan dan Tindak Lanjut
Lembar kendali penyelesaian tugas, lembar refleksi siswa, catatan konsultasi dengan guru, dan lembar pemantauan orang tua/wali.
Lampiran 6. Indikator dan Instrumen Evaluasi Keberhasilan
Tabel indikator, target capaian, sumber data, waktu pengukuran, dan hasil evaluasi untuk mengetahui perubahan setelah penerapan PETA NILAI.
Lampiran 7. Instrumen Umpan Balik Siswa dan Orang Tua/Wali
Angket singkat mengenai kejelasan informasi nilai, motivasi belajar, kedisiplinan mengerjakan tugas, dan manfaat laporan bagi pendampingan belajar.
Lampiran 8. Dokumentasi Pelaksanaan
Foto pembagian PETA NILAI, penjelasan kepada siswa, konsultasi atau refleksi siswa, komunikasi dengan orang tua/wali, dan tindak lanjut penyelesaian tugas.
Lampiran 9. Rekapitulasi Perbandingan Sebelum dan Sesudah Inovasi
Tabel perbandingan jumlah atau persentase siswa yang memiliki tugas belum selesai, nilai kosong, dan tugas yang berhasil dituntaskan setelah menerima PETA NILAI.
Lampiran 10. Rencana Keberlanjutan dan Pengembangan Inovasi
Rencana penerapan setiap pertengahan semester, evaluasi berkala, penyempurnaan format, pelibatan guru wali dan orang tua/wali, serta pengembangan PETA NILAI pada tahun ajaran berikutnya.
A. Naskah pemaparan karya inovasi
Naskah pemaparan yang sudah Ibu siapkan dapat disempurnakan dengan susunan berikut.
NASKAH PEMAPARAN KARYA INOVASI PENDIDIKAN
PETA NILAI (Pantau, Evaluasi, Tumbuhkan Prestasi)
UPTD SMPN 3 Sampang
Tahun Ajaran 2026/2027
- Pembukaan
PETA NILAI merupakan karya inovasi pendidikan yang dikembangkan sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan prestasi belajar peserta didik melalui pemberian laporan perkembangan nilai pada pertengahan semester.
- Latar Belakang
Inovasi ini berangkat dari permasalahan masih adanya peserta didik yang kurang memperhatikan penyelesaian tugas harian maupun asesmen sumatif harian pada setiap mata pelajaran. Penggunaan kartu kendali pembelajaran belum sepenuhnya mencegah penumpukan tugas. Pada akhir semester, masih ditemukan peserta didik yang memiliki tugas belum selesai dan nilai yang belum lengkap.
Oleh karena itu, diperlukan langkah preventif agar peserta didik mengetahui kondisi belajarnya lebih awal dan mempunyai kesempatan untuk melakukan perbaikan sebelum semester berakhir.
- Tujuan
PETA NILAI bertujuan memberikan informasi perkembangan nilai secara berkala, meningkatkan kedisiplinan dalam menyelesaikan tugas, menumbuhkan tanggung jawab belajar, serta memperkuat kerja sama antara sekolah dan orang tua/wali dalam mendampingi peserta didik.
- Sasaran
Sasaran inovasi adalah peserta didik kelas VII, VIII, dan IX UPTD SMPN 3 Sampang, dengan dukungan guru mata pelajaran, guru wali, wali kelas, dan orang tua/wali.
- Cara Pelaksanaan
PETA NILAI dilaksanakan melalui pendataan nilai pertengahan semester, pemeriksaan dan validasi data oleh guru mata pelajaran, penyusunan laporan individual, pembagian laporan kepada peserta didik, refleksi terhadap hasil belajar, penetapan target perbaikan, serta pemantauan penyelesaian tugas.
- Indikator Keberhasilan
Keberhasilan diukur melalui meningkatnya persentase tugas yang diselesaikan tepat waktu, menurunnya jumlah peserta didik yang memiliki tugas belum tuntas atau nilai yang belum lengkap, meningkatnya kedisiplinan belajar, serta terlaksananya tindak lanjut bersama guru dan orang tua/wali. Target kuantitatif ditetapkan berdasarkan data awal dan dievaluasi setelah pelaksanaan.
- Harapan
Melalui PETA NILAI, diharapkan terbentuk budaya belajar yang lebih terbuka, disiplin, reflektif, dan berpusat pada peserta didik. Setiap siswa memperoleh kesempatan untuk memahami kemajuannya, memperbaiki kekurangannya, dan menumbuhkan prestasi melalui langkah nyata.
Pesan Utama
“Melalui PETA NILAI, kami ingin membangun budaya pembelajaran yang lebih terbuka, reflektif, dan berpusat pada peserta didik. Kami tidak hanya menyampaikan berapa nilai yang diperoleh siswa, tetapi juga membantu mereka memahami apa yang sudah dikuasai, apa yang perlu diperbaiki, dan langkah apa yang harus dilakukan agar berkembang lebih baik.”
B. Format instrumen penting yang perlu disertakan
Berikut contoh format ringkas yang bisa langsung dikembangkan menjadi lembar lampiran.
Lampiran 3 — Contoh format PETA NILAI
|
Komponen |
Isi |
|
Nama peserta didik |
........................................ |
|
Kelas/semester |
........................................ |
|
Tahun ajaran |
2026/2027 |
|
Mata pelajaran |
Diisi sesuai mata pelajaran |
|
Nilai yang sudah tersedia |
Berdasarkan data guru |
|
Tugas yang belum selesai |
Jenis tugas dan batas penyelesaian |
|
Catatan guru |
Kekuatan dan aspek yang perlu ditingkatkan |
|
Target perbaikan |
Tindakan yang akan dilakukan siswa |
|
Pemantauan berikutnya |
Tanggal dan hasil tindak lanjut |
Catatan: Nilai yang belum tersedia perlu dibedakan dari nilai nol. Nilai kosong harus ditindaklanjuti sesuai ketentuan asesmen sekolah dan tidak otomatis berarti siswa tidak tuntas.
Lampiran 6 — Contoh indikator keberhasilan diukur
|
TIDAK. |
Indikator |
Target awal yang diusulkan |
|
1 |
Peserta didik menerima laporan PETA NILAI yang telah divalidasi |
100% objektif |
|
2 |
Peserta didik mengetahui tugas yang belum selesai dan target perbaikannya |
Minimal 90% |
|
3 |
Tugas yang belum selesai pada saat pembagian laporan disampaikan sesuai persyaratan tindak lanjut |
Minimal 80% |
|
4 |
Penurunan jumlah peserta didik yang masih memiliki tugas belum selesai pada evaluasi berikutnya |
Minimal 50% dibandingkan data awal |
|
5 |
Orang tua/wali menerima atau mengetahui informasi perkembangan belajar |
Minimal 80% |
|
6 |
Pelaksanaan evaluasi dan tindak lanjut terdokumentasi |
100% |
Angka tersebut merupakan target usulan, bukan hasil yang telah dicapai. Target dapat disesuaikan dengan data awal sekolah dan kondisi peserta didik.
Lampiran 9 — Tabel perbandingan hasil
|
Indikator |
Sebelum PETA NILAI |
Sesudah PETA NILAI |
|
Siswa dengan tugas belum selesai |
... siswa |
... siswa |
|
Siswa dengan nilai belum lengkap |
... siswa |
... siswa |
|
Persentase tugas yang selesai sesuai tenggat waktu |
...% |
...% |
|
Siswa yang melakukan perbaikan setelah menerima laporan |
... siswa |
... siswa |
Data sesudah pelaksanaan diisi setelah evaluasi nyata dilakukan, agar dampak inovasi dapat dipertanggungjawabkan.
C. Bukti pendukung yang sebaiknya diprioritaskan
Untuk memperkuat penilaian karya inovasi, saya menyarankan Ibu memprioritaskan lima bukti berikut:
- Data awal masalah yang menunjukkan adanya tugas belum selesai dan nilai yang belum lengkap.
- Contoh desain PETA NILAI yang telah menyamarkan identitas peserta didiknya.
- Dokumentasi Pembagian dan penjelasan laporan kepada siswa.
- Rekapitulasi hasil pemantauan setelah siswa memperoleh kesempatan memperbaiki tugas.
- Hasil refleksi atau umpan balik siswa, guru, dan orang tua/wali.
Penting: lampiran berupa foto, data hasil evaluasi, atau pernyataan keberhasilan hanya dicantumkan sebagai bukti setelah benar-benar tersedia. Lindungi identitas dan nilai individu peserta didik saat dokumen digunakan untuk presentasi atau disebarluaskan.
UPTD SMPN 3 SAMPANG